Kamis, 10 Mei 2012

Aturan BI Tak Pengaruhi Penjualan Mobil Perseroan
 
JAKARTA,  - Direktur Utama PT Tunas Ridean Tbk, Rico Setiawan, menyatakan aturan Bank Indonesia terkait pembatasan uang muka kredit kendaraan bermotor (KKB) tidak berpengaruh banyak bagi penjualan mobil perseroan. Hal ini karena uang muka pembelian mobil rata-rata sudah di angka 20 persen.

Sementara menurut surat edaran BI terkait uang muka KKB yang terbit pada 15 Maret 2012, mensyaratkan uang muka minimal 30 persen bagi pembelian kendaraan bermotor roda empat untuk keperluan non-produktif.

"Tetapi tidak signifikan untuk mobil karena rata-rata DP (down payment)-nya sudah di level 20 persen, dan saat ini sudah mulai menaikkan," sebut Rico dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (9/5/2012).

Namun, kata Rico, aturan BI akan berdampak lebih nyata terhadap penjualan motor perseroan. Dalam aturannya, BI mengatur uang muka minimal 25 persen bagi pembelian kendaraan bermotor roda dua. Sedangkan, uang muka yang diberikan Tunas Ridean masih lebih rendah dari aturan BI tersebut.

"Mungkin untuk motor akan berpengaruh karena rata-rata DP motor di level 10%," tambah Rico.

Secara keseluruhan, Tunas Ridean menargetkan penjualan mobil baru mencapai 43.835 unit hingga akhir tahun 2012. Target penjualan tersebut tumbuh 15 persen dari hasil penjualan akhir 2011. Dan, penjualan sepeda motor ditargetkan tumbuh 16 persen menjadi 229.940 unit. Sementara pembiayaan baru perseroan dipatok tumbuh 22 persen menjadi Rp 8,7 triliun.

Rabu, 09 Mei 2012

Impor Garam Konsumsi 215.800 ton
 Warga di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Pamekasan, Jawa Timur, memanen garam pada puncak panen
JAKARTA - Realisasi impor garam konsumsi hingga 30 April 2012 tercatat sebesar 215.800 ton, atau 74,28 persen dari izin impor tahap awal yang diterbitkan pemerintah sebesar 290.500 ton. Tahun 2012 ini, kebutuhan impor garam konsumsi ditetapkan sebesar 533.000 ton.
Demikian dikemukakan Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sudirman Saad, di Jakarta, Rabu (9/5/2012).
Keputusan impor garam konsumsi diambil, dengan pertimbangan kekurangan stok di dalam negeri untuk masa konsumsi selama empat bulan sebelum memasuki panen raya.
Sudirman menambahkan, sampai saat ini pemerintah belum menetapkan masa produksi garam. Meski demikian, importir garam dinilai akan lebih efisien untuk menyerap garam rakyat, karena garam impor terkendala transportasi.
Pemerintah telah menginstruksikan perusahaan produsen garam, termasuk importir, untuk menyerap semua garam konsumsi paling lambat April 2012.
Stok garam di pedagang dan pengumpul itu wajib dibeli dengan harga ketentuan pemerintah, yakni kualitas I (KI) Rp 750 per kilogram dan K2 Rp 550 per kilogram.

Selasa, 08 Mei 2012

Harga Minyak Jatuh ke Posisi Terendah dalam 3 Bulan
 
ILUSTRASI
NEW YORK — Harga minyak mentah jatuh ke posisi terendah dalam tiga bulan seiring dengan melemahnya euro terhadap dollar AS menyusul pemilihan umum Eropa yang dikhawatirkan akan mengganggu upaya penghematan anggaran.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengantaran Juni merosot 55 sen atau 0,6 persen menjadi 97,94 dollar AS per barrel di Nymex, Senin (7/5/2012) waktu New York. Adapun minyak Brent untuk penetapan Juni turun tipis 2 sen menjadi 113,16 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe exchange, London.
Euro melemah 1 persen terhadap dollar AS, yang merupakan level terendah sejak Januari. Euro sebelumnya  sempat turun 0,2 persen menjadi 1,306 dollar AS pada Senin pukul 15.48 waktu setempat.
Melemahnya euro terhadap mata uang AS memberikan sentimen negatif bagi minyak mentah sebagai sebuah investasi. Euro melemah menyusul terpilihnya Francois Hollande sebagai Presiden Perancis dan para pemilih di Yunani beralih ke partai anti-dana talangan. Francois menjadi orang sosialis pertama dalam 17 tahun terakhir yang akan memimpin perekonomian terbesar kedua di Eropa ini.
"Pemilihan umum telah memberikan sentimen negatif terhadap euro dan menguatnya dollar AS memberikan tekanan ke bawah pada minyak," tutur Kepala Penelitian Pasar Minyak Societe Generale SA, Mike Wittner, di New York, Senin waktu setempat.
Mike menyebutkan, hasil pemilu Perancis telah memberikan kondisi yang buruk bagi pasar minyak sekarang ini. Namun, kata dia, bisa saja pemimpin yang baru dari hasil pemilu akan melakukan langkah-langkah menuju pertumbuhan. Dengan begitu, harga minyak bisa kembali terangkat dalam waktu yang akan datang.

Senin, 07 Mei 2012

RI Pengekspor Rotan Terbesar di Pasar AS
 
 Junaedi (31), menyelesaikan kerajinan rotan di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, Senin (10/10/2011). Pemerintah memutuskan tetap mengekspor rotan dengan memperpanjang Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2009. Sejak beberapa bulan yang lalu, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian membentuk tim untuk merevisi aturan itu salah satu usulannya penghentian ekspor rotan.

JAKARTA - Nilai ekspor rotan Indonesia ke Amerika Serikat terus meningkat. Indonesia yang merupakan pengekspor rotan terbesar ke pasar AS mencatat nilai ekspor 11,02 juta dollar AS pada tahun 2011. Angka itu naik dari 9,89 juta dollar AS pada 2010.
Pemerintah Indonesia pun akan berusaha meningkatkan nilai ekspor rotan dengan sejumlah cara, salah satunya mengikutsertakan perusahaan-perusahaan rotan dalam pameran internasional. "Angka ini masih sangat kecil dibandingkan dengan potensi yang ada dan bahan baku rotan yang dimiliki Indonesia. Untuk itu, kami akan terus mendorong agar ekspor produk rotan ke AS terus meningkat," jelas Atase Perdagangan Indonesia untuk Washington DC, Ni Made Ayu Marthini, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (7/5/2012).
Sebagai salah satu upaya mendorong ekspor produk rotan untuk meningkat, Indonesia pun ikut serta dalam pameran furniture International Home Furnishing Center (IHFC) yang berlangsung di North Carolina, Amerika Serikat, selama 21-26 April kemarin. Dalam pameran furnitur yang berusia 102 tahun ini, pemerintah Indonesia menghadirkan Indonesia Rattan Furniture Pavilion yang ditempati oleh 12 perusahaan Indonesia terdiri dari 11 perusahaan furnitur rotan dan 1 perusahaan cat untuk furnitur rotan.
"Kesebelas perusahaan furnitur rotan tersebut diharuskan mengganti minimum 50 persen barang- barang yang dipajang di setiap musim pameran tiba. Hal ini bertujuan agar memberi kesan bahwa produk yang dipamerkan sangat beragam. Kemudian perusahaan yang turut serta juga berganti setiap tahun atau setiap tiga kali pameran berlangsung," tambah Made.
Dari 11 perusahaan furnitur rotan tersebut, beberapa diantaranya telah melakukan ekspor ke AS, antara lain PT Tanamas Industri Comunitas; PT Surya Abadi Furniture; PT Kernel Indonesia Potential; PT Aida Rattan Industry; dan PT Bines Raya. PT Tanamas Industri Comunitas bahkan telah melakukan penjualan regular ke department store terkenal di AS, yaitu Target dan Company. Sedangkan PT Bines Raya telah menjadi pemasok untuk beberapa hotel yang memfokuskan diri pada desain moderen. Dan PT Kernel Indonesia Potential, sebanyak 70 persen ekspornya ke AS adalah untuk memasok toko wholesale "Goods to Go".
Made mengatakan bahwa partisipasi melalui display permanen selama lima tahun sangat baik dan perlu ditiru dalam rangka promosi produk Indonesia di luar negeri. "Pameran permanen seperti ini akan membantu branding karena produk furniture rotan Indonesia akan secara trus menerus hadir di High Point, North Carolina," imbuhnya.
"Kami menekankan keunikan rotan sebagai bahan furnitur yang ramah lingkungan, secara struktur kuat, menarik dan lentur. Selain itu, kami mengajak para buyers untuk menjadikan rotan semakin terkenal dan dicari, karena Indonesia siap menjadi pusat rotan dunia," pungkas Made.

Minggu, 06 Mei 2012

Pebisnis Harus Berubah
 Ilustrasi pesawat Garuda
MEDIA INFORMASI - Hari-hari ini, publik Indonesia disuguhkan berita menarik mengenai penjualan saham Garuda Indonesia Tbk. Terakhir diberitakan mengenai pembelian 10,27 persen saham Garuda oleh PT Trans Airways milik PT Trans Corporation.
Kemajuan Garuda baru terasa menarik dibahas kalau kita mencoba melihatnya dari aspek spesifik. Misalnya, perusahaan ini sangat rajin meninjau kelayakan rute penerbangan.
Berita ini menarik untuk beberapa hal, di antaranya, pertama, nama Garuda Indonesia tengah bagus-bagusnya. Lembaga riset Australia Roy Morgan pada Maret lalu menyatakan Garuda sebagai the Best International Airline. Penumpang selalu ”hampir penuh” dan total pendapatan Garuda tahun 2011 mencapai Rp 27,2 triliun, naik 39,2 persen dibandingkan dengan pendapatan tahun 2010. Laba komprehensif mencapai Rp 858,8 miliar, naik 285,4 persen dari tahun 2010. Penjualan sebesar 10,27 persen saham itu senilai Rp 1,439 triliun.
Hal kedua, pembeli saham Garuda itu adalah PT Trans Corporation, milik Chaerul Tanjung. Pembelian saham Garuda ini kian meneguhkan posisi PT Trans Corporation sebagai salah satu raksasa bisnis di Indonesia. Usaha Trans Corporation kini merebak mulai dari kafe, perbankan, sentra ritel raksasa, hiburan dan hotel, hingga media televisi.
Kinerja yang diraih Garuda Indonesia patut dicatat sebagai fenomena baru maskapai penerbangan dunia. Garuda menjadi lebih baik dalam hal pelayanan dan mutu, merupakan hal wajar. Sebab, semua maskapai dunia mengejar kualitas dan layanan prima. Kalau kemudian penumpang Garuda selalu penuh sesak, baik penerbangan di dalam maupun di luar negeri, itu juga merupakan hal wajar. Sebab, terjadi lonjakan signifikan golongan menengah di Indonesia dan lonjakan kepercayaan warga dunia terhadap Garuda.
Kemajuan Garuda baru terasa menarik dibahas kalau kita mencoba melihatnya dari aspek spesifik. Misalnya, perusahaan ini sangat rajin meninjau kelayakan rute penerbangan. Lihatlah, misalnya, ketika diketahui rute Jakarta-Amsterdam dan Amsterdam-Jakarta tidak selalu penuh, manajemen perusahaan ini mengurangi frekuensi penerbangan. Kalau ada keberatan dari konsumen, itu urusan kemudian.
Perusahaan ini pun rajin masuk ke rute-rute yang sangat gemuk. Kalau rute itu penuh sesak dengan maskapai lain, Garuda tetap percaya diri untuk berkompetisi, bahkan berani menjual tiket jauh lebih mahal di banding maskapai dalam negeri lainnya. Dan, Garuda tetap sangat diminati. Ini salah satu aspek yang membuat Garuda mampu meraih kinerja bagus.
Dalam konteks global, kinerja Garuda bisa disebut sebuah fenomena yang menarik dibahas. Ia naik daun ketika maskapai penerbangan lain, seperti JAL, Singapore Airlines, Swiss Air, Malaysia Airlines, dan Lufthansa, tidak meraih kinerja luar biasa. Beberapa perusahaan tersebut malah menderita kerugian sehingga harus dibantu pemerintahnya.
Jika dilihat lebih jauh, bisa disebutkan bahwa dari banyak aspek, terdapat beberapa hal penting yang dilakukan Garuda, yakni keinginan berubah yang luar biasa. Segenap pimpinan dan kru Garuda ingin membawa maskapai ini lebih baik lagi. Jika itu teraih, nama bangsa ini juga menjadi masyhur. Salah satu yang dilakukan adalah dengan melihat SQ, Emirates, Lufthansa, dan beberapa maskapai ”bintang lima” lainnya. Pengamatan sampai pada isi kabin, pelayanan, dan sikap para kru.
Kini, Garuda tengah meraih nama yang harum, saatnya untuk terus menata diri menjadi maskapai nomor satu, setidaknya mencapai taraf setingkat atau lebih baik daripada maskapai ”bintang lima” yang ada. Tentu ini bukan pekerjaan mudah, melainkan dengan semangat mau berubah, ini mestinya bisa dicapai.

Sabtu, 05 Mei 2012

Bos Sido Muncul Bantah Beri Hadiah Mobil
JAKARTA - Bos PT Sido Muncul, Semarang, Irwan Hidayat, membantah jika perusahaannya yang bergerak di bidang jamu menyediakan hadiah mobil atau uang dalam jumlah besar, bagi konsumennya yang beruntung saat minum produknya.
"Perusahaan saya tak pernah menjanjikan apa-apa bagi konsumen yang minum jamu Sido Muncul. Apakah itu janji memberikan uang atau mobil, apalagi janji-janji konsumen akan langsung sehat dan kuat kalau minum jamu buatan perusahaan saya. Itu tidak benar. Promosi Sido Muncul tidak pernah seperti itu," ujar Irwan, saat dikonfirmasi Kompas, Sabtu (5/5/2012) malam.
Sebelumnya, Irwan dikonfirmasi mengenai adanya stiker yang ditemukan oleh seorang konsumennya bernama Heri, pegawai Negeri Sipil DKI Jakarta, Jumat (4/5/2012) lalu, saat minum jamu Sido Muncul di kawasan rumahnya di Jalan Petogogan, Kebayoran, Jakarta Selatan.
Dalam stiker berwarna kuning dari plastik yang dilihat Kompas, tertulis "Anda Mendapat Hadiah Mobil Yaris". Selanjutnya, konsumen diminta menghubungi sebuah nomor telepon yang berkode area di kawasan Jakarta Utara. Namun nomor telepon itu tidak bisa dihubungi.
Menurut Irwan, stiker yang ditemukan dalam plastik kemasan jamu produk Sido Muncul itu adalah buatan orang-orang tertentu yang ingin memerasnya. "Stiker itu sengaja dimasukkan setelah, dia membeli satu kotak jamu produk Sido Muncul, dan kemudian dirapikan kembali dalam kardusnya sehingga seolah-olah itu benar-benar produk kami," jelas Irwan.
Irwan mengaku modus operandi itu sudah dilaporkan ke polisi beberapa tahun yang lalu. Namun, hingga kini tidak pernah ditanggapi serius. "Bahkan, pemerintah juga sudah tahu. Untuk mempromosikan ketidakbenaran bahwa Sido Muncul memberikan hadian atau uang, saya sudah habis biaya sampai Rp 1,8 miliar," keluhnya.
Lebih jauh Irwan menyatakan, harusnya, pemerintah melindungi industri jamu nasional, dengan resmi mengumumkan bahwa industri jamu nasional tidak mengiming-imingi konsumen dengan hadiah atau kemanjuran jamu tersebut secara demontrastif.
"Kalau didiamkan terus seperti itu, yang jadi korban adalah konsumen, seperti Heri itu," lanjut Irwan.

Jumat, 04 Mei 2012

Subsidi BBM Rp 137 Triliun Bakal Terlampaui
 
 Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
JAKARTA - Besaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Rp 137,4 triliun yang dipatok dalam APBN-Perubahan 2012 akan terlewati. Pasalnya, besaran subsidi tersebut ditetapkan dengan asumsi Pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 1.500 per liternya. "Itu dengan asumsi ada kenaikan Rp 1.500," sebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Jumat (4/5/2012).
Selain karena asumsi yang melekat pada besaran subsidi tersebut, Hatta menjelaskan kuota volume konsumsi BBM bersubsidi tahun ini bakal terlampaui. Kuota yang dipatok Pemerintah dalam APBN-P 2012 hanya 40 juta kiloliter.
Oleh sebab itu, lanjut dia, Pemerintah sekarang ini sedang berupaya melakukan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi melalui lima kebijakan. Salah satunya adalah melakukan konversi dari BBM ke bahan bakar gas.
Menurut Hatta, jika kebijakan tersebut dilakukan ditambah upaya menggunakan teknologi ramah lingkungan dan pengawasan dengan teknologi dalam jangka panjang maka Pemerintah bisa menghemat banyak. "Jangan tanya dulu berapa besarannya tapi angka yang kita targetkan tidak lebih dari 42 juta kiloliter," sebut Hatta.
Akan tetapi, sekalipun kebijakan pengendalian dilakukan, besaran subsidi BBM tetap akan membengkak dari yang dipatok Rp 137,4 triliun. Menurut Hatta, bila lima kebijakan diterapkan ditambah asumsi harga rata-rata minyak mentah (ICP) 119 dollar AS per barrel dan volume BBM mencapai 42 juta kilo liter maka subsidi BBM, LPG dan BBN akan melonjak menjadi Rp 234,2 triliun. "Listriknya tetap Rp 75 triliun tapi kita punya cadangan atau bantalan energi sebesar Rp 23 triliun," lanjut dia.
Meski diproyeksi membengkak, Pemerintah akan berusaha menjaga defisit APBN di angka 2,3 persen. "Nah ini semua sudah kita uraikan kalau itu terjadi maka kita masih tetap menjaga defisit 2,3 persen. Tapi, kebijakan tadi berjalan, di dalamnya termasuk penghematan dan semua APBN-P yang diputuskan kita jalankannya," pungkas Hatta.