Junaedi (31), menyelesaikan kerajinan rotan di Jalan Raya Kalimalang,
Jakarta Timur, Senin (10/10/2011). Pemerintah memutuskan tetap
mengekspor rotan dengan memperpanjang Peraturan Menteri Perdagangan
Nomor 36 Tahun 2009. Sejak beberapa bulan yang lalu, Kementerian
Perdagangan dan Kementerian Perindustrian membentuk tim untuk merevisi
aturan itu salah satu usulannya penghentian ekspor rotan.
JAKARTA - Nilai ekspor rotan Indonesia
ke Amerika Serikat terus meningkat. Indonesia yang merupakan pengekspor
rotan terbesar ke pasar AS mencatat nilai ekspor 11,02 juta dollar AS
pada tahun 2011. Angka itu naik dari 9,89 juta dollar AS pada 2010.
Pemerintah
Indonesia pun akan berusaha meningkatkan nilai ekspor rotan dengan
sejumlah cara, salah satunya mengikutsertakan perusahaan-perusahaan
rotan dalam pameran internasional. "Angka ini masih sangat kecil
dibandingkan dengan potensi yang ada dan bahan baku rotan yang dimiliki
Indonesia. Untuk itu, kami akan terus mendorong agar ekspor produk rotan
ke AS terus meningkat," jelas Atase Perdagangan Indonesia untuk
Washington DC, Ni Made Ayu Marthini, dalam rilis yang diterima
Kompas.com, Senin (7/5/2012).
Sebagai
salah satu upaya mendorong ekspor produk rotan untuk meningkat,
Indonesia pun ikut serta dalam pameran furniture International Home
Furnishing Center (IHFC) yang berlangsung di North Carolina, Amerika
Serikat, selama 21-26 April kemarin. Dalam pameran furnitur yang
berusia 102 tahun ini, pemerintah Indonesia menghadirkan Indonesia
Rattan Furniture Pavilion yang ditempati oleh 12 perusahaan Indonesia
terdiri dari 11 perusahaan furnitur rotan dan 1 perusahaan cat untuk
furnitur rotan.
"Kesebelas perusahaan furnitur rotan tersebut
diharuskan mengganti minimum 50 persen barang- barang yang dipajang di
setiap musim pameran tiba. Hal ini bertujuan agar memberi kesan bahwa
produk yang dipamerkan sangat beragam. Kemudian perusahaan yang turut
serta juga berganti setiap tahun atau setiap tiga kali pameran
berlangsung," tambah Made.
Dari 11 perusahaan furnitur rotan
tersebut, beberapa diantaranya telah melakukan ekspor ke AS, antara lain
PT Tanamas Industri Comunitas; PT Surya Abadi Furniture; PT Kernel
Indonesia Potential; PT Aida Rattan Industry; dan PT Bines Raya. PT
Tanamas Industri Comunitas bahkan telah melakukan penjualan regular ke
department store terkenal
di AS, yaitu Target dan Company. Sedangkan PT Bines Raya telah
menjadi pemasok untuk beberapa hotel yang memfokuskan diri pada desain
moderen. Dan PT Kernel Indonesia Potential, sebanyak 70 persen ekspornya
ke AS adalah untuk memasok toko
wholesale "Goods to Go".
Made
mengatakan bahwa partisipasi melalui display permanen selama lima tahun
sangat baik dan perlu ditiru dalam rangka promosi produk Indonesia di
luar negeri. "Pameran permanen seperti ini akan membantu branding karena
produk furniture rotan Indonesia akan secara trus menerus hadir di High
Point, North Carolina," imbuhnya.
"Kami menekankan keunikan rotan
sebagai bahan furnitur yang ramah lingkungan, secara struktur kuat,
menarik dan lentur. Selain itu, kami mengajak para buyers untuk
menjadikan rotan semakin terkenal dan dicari, karena Indonesia siap
menjadi pusat rotan dunia," pungkas Made.